
Di tengah kegersangan Negri Antara, dimana tirani menjulang tinggi menutupi cahaya sang surya, dan 2 kutub saling bertubrukan antara sisi baik dan buruk, di tengah transisi dan krisis identitas melanda setiap penduduknya. Seperti kobaran yang tak pernah padam, kecamuk itupun enggan pergi.
Dijaman akhir sekarang ini kebaikan dipaksakan untuk dapat memperoleh sanjungan, pujian dan ucapan terimakasih, padahal mereka tak pantas mendapatkan itu semua.Dalam kekuasaannya para sudra yang kelaparan mengemis, meraung dan meronta-ronta untuk mengharap sedikit cercah cahaya penghidupan, tetapi tidak sedikitpun mata terbuka sang penguasa, dapat melihat kenyataan itu, layaknya rahwana yang sedang disilaukan cahaya kecantikan sinta..
Saat rasa putus asa para sudra menggeliat tak beraturan, terpancarlah secercah sinar harapan dari sudut matahari terbit. Sang penolong mengulurkan tangannya tuk mengangkat para sudra keluar dari krisis kehidupan,sampai akhirnya senyuman yang tlah lama mati kini hidup kembali. Sang penolong terbesit bahwa membantu tidak selalu dengan cara memberi harta kekayaan kita, karena harta bukanlah segala-galanya. Membantu adalah memberi jalan untuk orang lain memperoleh kekayaan dengan mandiri.
Kita terlahir dengan adanya realita jenjang kasta si kaya dan si miskin. Sesungguhnya manusia itu adalah umat yang satu. Manusia yang satu dengan yang lainnya hendaklah saling menghargai dan saling menghormati. Seseorang disebut kaya karena ada si miskin. Seandainya semua orang itu kaya, maka apakah mereka pantas disebut kaya? Jadi si miskinpun sebenarnya membawa peran yang sangat penting dalam hidup ini. Janganlah si kaya bertindak semena-mena terhadap para sudra. Manusia dianggap berbudi luhur apabila ia memandang orang lain dengan pandangan kasih sayang dan sederajat dengan dirinya. Janganlah seseorang itu menganggap dirinya lebih hebat dari orang lain. Tidak ada manusia sempurna dalam hidup ini. Sangat langka atau sulit bagi kita menemukan orang-orang besar, artinya orang yang benar-benar mengabdikan dirinya untuk kehidupan umat manusia seluruhnya. Orang besar inilah yang benar-benar mengerti dan menjunjung tinggi keadilan, kebijaksanaan dan kemanusiaan. Tanpa kehadiran orang besar tersebut hidup ini akan menjadi hampa dan masing-masing manusia harus menyelamatkan dirinya sendiri.
Apakah kita dapat menjadi bagian dari orang-orang besar yang peduli kepada nasib mereka?